Rabu, 11 September 2013

Kita Semua Adalah Provokator


       Kita semua adalah provokator. Atau harusnya saya persempit; cewek-cewek adalah provokator?
Pernah dong baca status temen-temen kita di facebook yang galau abis, yang memprovaksi kita supaya jadi manusia kepo? Hee...
Bahkan cuma dengan satu status 'kangen...' aja udah bikin sebagian besar dari kita pingin komen... kangen sappa sich? ...gue ada di sini!!!
Dan kalian pasti kenal dengan status begini : biar Tuhan yang membalasnya! Ahay, pasti nie orang yang bikin status lagi ditikung sama temennya.
Bener tho?
Jejaring sosial bagi sebagian orang merupakan transformasi dari buku harian a.k.a diary. Tapi kalau dulu kita nyembunyiin diary kita di lemari, di bawah tumpukan baju dan bahkan pernah ada juga model diary yang bisa digembok, supaya isi hati terdalam kita yang tertuang di dalamnya nggak bisa dibaca orang lain, sekarang, melalui sosial media, kita seakan ingin mengumumkan apapun yang terjadi sama kita ke khalayak dan kalau bisa di 'like' plus dikomen. Diary merger sama memo, gitu kali yah pengandaiannya.
Coba tengok lagi apa yang kita tulis di akun sosmed kita, banyak kah yang saat menulisnya kita emang berniat cari perhatian? Niat memprovokasi orang-orang supaya komen di status kita? Kalau saya, banyak. Hahaha. Bukan karena kurang perhatian keluarga, tapi emang pada dasarnya manusia itu suka jadi pusat perhatian, kan? *defensif* :p
Atau sering juga bikin-bikin status yang tertuju sama satu orang? Ke gebetan biasanya. Pake inisial, nulis satu momen pas lagi berdua atau nge-tag lagu-lagu dengan lirik penuh maksud? Niatnya pingin ngirim-ngirim sinyal dan ngarep orang yang dimaksud nangkep sinyal kita. Tapi demi harga diri, bermain secara aman, kalau ternyata itu si gebetan nggak punya perasaan yang sama, bisa ngelak deh. Hehehe. Kan banyak orang dengan inisial itu, momen kayak gitu gue alamin sama orang lain kok, dan... emang lagi suka aja sama lagunya, ga maksud apa-apa...
Nah, cewek kan yang sering bikin status provokatif begitu? Dalam buku Why Men Don't Listen And Woman Can't Read Maps, Allan dan Barbara Pease menulis, ketika seorang wanita berbicara, dia menggunakan kalimat tidak langsung yang artinya bahwa dia mengacu pada apa yang diinginkannya namun tidak mengatakannya secara langsung. Bicara tidak langsung adalah sebuah keistimewaan wanita dan digunakan untuk tujuan tertentu-untuk menjalin hubungan dan menghubungkan dengan yang lainnya dengan menghindari agresi, konfrontasi atau perselisihan.
Tapi ada yang aneh nih soal temen cewek saya dalam hal dia memperlakukan akun sosmednya. Bahkan sebenernya apa-apa yang ditulisnya beberapa hari belakangan itulah yang memprovokasi saya untuk nulis postingan ini.
Kalau biasanya cewek-cewek seneng bermain di sekitaran inisial, temen saya ini malah menulis lengkap nama cowok (yang saya duga belom resmi jadi pacarnya) berikut dengan pangkatnya di kepolisian. Plus pernah juga saya baca notes FB-nya yang menyebut-nyebut nama seorang artis negeri ini yang menurut tulisan temen saya itu pernah ada something dengan dirinya dulu. Wew banget. Saya sih nggak skeptis itu cerita beneran apa bukan, yang bikin alis saya naik itu niat dia bikin tulisan sampe segitunya. Siapa yang dia bidik untuk ngomentarin statusnya itu? Dan pernah juga dia posting foto dan dikomentarin sendiri. Aduh! Bukannya tertarik buat komen, saya malah jadi risih sendiri. Hak dia sih mau dengan cara bagaimana mencari dan mencuri perhatian sekitarnya, tapi kayaknya levelnya udah wew juga. Soalnya 'sinyal' paling provokatif yang pernah saya posting di sosmed itu baru sebatas gambar motif jaket favorit sang gebetan yang saya create sendiri pake photoshop. Itu pun udah saya hapus takut kelewat mencolok. Hehehe...
Balik ke temen saya itu, sejauh ini dia belom menyambut tawaran saya buat ketemuan kalau-kalau dia butuh pendengar. Coz (ini pendapat saya) nggak semua hal bisa di-sharing di sosmed, terutama hal-hal yang sangat pribadi dari diri kita. So, bukankah lebih baik diungkap di depan temen yang bisa dipercaya ketimbang disebarluaskan ke orang-orang yang sebagian nggak kita kenal?
So, friend, I'm here!