Jumat, 05 Desember 2014

Apa sih yang Terjadi Dulu?


"Andai bisa kembali ke masa lalu..."

"Seandainya punya mesin waktu Doraemon..."

Siapapun, saya yakin, pernah merasa sangat ingin kembali ke masa silam. Kita ingin memperbaiki keadaan, ingin melakukan atau justru tidak melakukan sesuatu. Lalu berharap masa ini dan masa mendatang bisa berbeda.

Tapi tentunya kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Kita hidup hari ini. Waktu tidak bisa diputar balik.

Saya pernah baca curhatan di satu blog bahwa sang blogger ingin mengajukan 1 pertanyaan untuk para gebetannya di masa lampau. Si blogger ini ingin bertanya, apa sih yang terjadi dulu?

Saya teringat si blogger ini ketika mendapati diri saya memimpikan seorang gebetan bertahun lampau. Mengejutkan mengapa orang ini tiba-tiba muncul di mimpi saya. Saya tidak sedang sering memikirkannya-bahkan bisa dibilang tidak lagi mengingat dia. Meskipun saya sedang menonton pertandingan Manchester City dan melihat Samir Nasri (pesepakbola asal Prancis yang wajahya mirip gebetan saya, hehe) di lapangan, saya juga still cuek.

Why?

Dalam mimpi saya yang tumbennya tergambar jelas itu dia datang ke rumah bareng ceweknya dan seorang teman cowok yang saya kenal pula. Saya mendadak genit dan berusaha meminta nomer plus pin BB dia-sesuatu yang tidak pernah saya lakukan dulu.

Well, tapi bahkan meskipun mesin waktu tercipta dan saya bisa kembali ke masa lalu, masa di mana saya dan sang gebetan masih sering bertemu, saya ragu apa ingin, atau lebih tepatnya mampu, merubah keadaan dulu. Waktu berubah. Tapi saya tidak. Novia ini sepertinya masih akan tetap tersipu dan kikuk saat berhadapan dengan dia. Sementara dia hanya akan tersenyum simpul dan menjawab pertanyaan basa-basi saya sewajarnya-meskipun hampir bisa dipastikan dia  tahu perasaan saya dari teman-temannya.

Satu-satunya yang mungkin akan saya lakukan adalah mencatat nomor plat mobil kantornya. Dengan begitu, setidaknya, saya punya satu pegangan jika ingin melacak dia suatu hari nanti. Karena di media sosial manapun saya tidak bisa menemukan dia. Kantornya yang tepat di seberang tempat kerja saya dulu pun sekarang kosong. Dia benar-benar telah hilang.

Tapi, seperti si blogger, saya pun berandai jika di masa depan bertemu lagi dengan dia. Mungkin di masa mendatang saya akan lebih berani-plus didorong perasaan yang sudah netral, lantas mampu mengajukan satu pertanyaan: hei, Mas, apa sih yang terjadi dulu?

Girl Group Kpop In My Opinion

Right now it’s SNSD, tomorrow it’s SNSD, forever it’s SNSD, I love You. I won’t let you go, Mamamoo. Familiar dengan slogan in...