Senin, 27 Juli 2015

Tentang Rasa yang Ingin Kuhalau Pergi


Aku lupa kapan tepatnya bisa mendengar suaramu saja di antara riuhnya suara-suara lain. Kalau kamu mau tahu itulah yang membuatmu teridentifikasi sel-sel otakku. Suaramu, ya, suaramu. Aku merasa akrab dengan suaramu. Setidaknya suaramu terdengar sedikit sama dengan suara seseorang yang kukenal. Dan begitu saja aku yang sedang jauh dari keluarga merasa satu langkah lebih dekat dengan rumah.

Ah, apa itu hanya alasan saja? Entahlah.

Aku lupa kapan tepatnya telingaku dapat menyaring bising-bising lain, lantas yang terdengar kemudian hanya suaramu saja. Aku lupa kapan tepatnya merasa dirimu pun sensitif akan kehadiranku. Kamu duduk di dekatku dan beredar di sekitarku.

Tapi karena itulah aku merasa kesal. Momen ini sungguh tidak asing. Sejarah terus berulang. Tak terhitung berapa kali aku merasa kalau seseorang yang kupikirkan pun merasa.

Aku tidak ingin berharap. Jika benar kamu merasa tentu kamu akan berusaha lebih dari sekedar mengambil tempat di sebelahku saat buka puasa bersama. Aku akan mengartikan sikap itu sebagai keinginan untuk berteman. Bukankah begitu... kawan? Karena itu rasa ini ingin kuhalau pergi.

Girl Group Kpop In My Opinion

Right now it’s SNSD, tomorrow it’s SNSD, forever it’s SNSD, I love You. I won’t let you go, Mamamoo. Familiar dengan slogan in...