Minggu, 24 Januari 2016

Mengelabui

Saya tidak bodoh. Kamu tidak bodoh. Mereka tidak bodoh. Kita semua bisa melihat tanda. Kita semua dapat melihat jejak berulang. Itulah yang disebut pola. Jangan coba memperdaya karena manusia dapat meraba tanda.


Kamu tidak bisa mendiamkan semua orang setiap hari lantas berharap mereka tidak curiga. Orang lain tahu dan akan bertanya-tanya.

Kamu tidak bisa berjalan ke tempat galon air dan melirik-lirik membaca situasi, lalu berharap tidak seorang pun notice. Oh ya, kepura-puraanmu memang tidak cukup berhasil. Memang samar, tapi manusia tidak bodoh. Mereka yang meluangkan sedikit waktu untuk menyimak sudah pasti bisa menyusuri sebuah pola.

Kamu pun sudah ketahuan. Seseorang dapat mengendus jejakmu yang tertinggal. Jejakmu berulang hingga menciptakan sebuah pola. Kamu berjalan ke belakang punggung seseorang demi bisa melihat apa yang ia pandangi di layar komputer-ia tahu itu. Kamu memundurkan kursi demi mendapat spot yang tepat untuk melihatnya-ia menyadari itu. Kamu berjalan mendekat untuk mencuri dengar pembicaraannya di ponsel-ia tahu itu. Kamu tidak bisa melakukan itu sering-sering dan berharap tak seorang pun mampu mengidentifikasi gelagatmu. All those things makes a pattern. Manusia, walaupun mungkin hanya seorang, menyadarinya.

Jadi jangan coba memperdaya.

Girl Group Kpop In My Opinion

Right now it’s SNSD, tomorrow it’s SNSD, forever it’s SNSD, I love You. I won’t let you go, Mamamoo. Familiar dengan slogan in...