Rabu, 20 April 2016

Tentang Perspektif


Ketika A tidak menyukai B, apakah C juga harus ikut-ikutan tidak menyukai B karena A dan C berteman akrab? Karena A mengadu kepada C kalau B begini begitu, apakah C juga harus berpikir bahwa B begini begitu?


Intinya, apakah kita harus menggunakan perspektif orang lain untuk menilai seseorang? Bukankah kita dibekali cukup logika dan rasa untuk menilai seseorang? Jika C tidak pernah dibuat senewen oleh B, kenapa C harus ikutan jengkel kepada B hanya karena C berteman akrab dengan A yang tidak menyukai B? Pandangan orang lain, sekalipun teman atau saudara, cukup lah dijadikan referensi. 

"Oh, menurutmu dia begitu... Ohhh... Tapi dia baik-baik aja sih di mata aku..."

Cukup tau aja. Kita tidak mesti ikut-ikutan jika memang kita tidak merasakan kejengkelan yang sama. You're allowed to have your own opinion.

Girl Group Kpop In My Opinion

Right now it’s SNSD, tomorrow it’s SNSD, forever it’s SNSD, I love You. I won’t let you go, Mamamoo. Familiar dengan slogan in...