Apresiasi Aksi Damai 212


Merinding. Itu kata yang paling menggambarkan perasaan saya saat membaca dan menonton berita seputar aksi damai hari ini. Luar biasa!


Sebetulnya saya termasuk orang yang cukup sentimen dengan agenda demo. Sungguh, di Indonesia kegiatan semacam itu rawan ditunggangi pihak yang punya kepentingan sendiri. Tapi aksi hari ini bahkan tidak layak disebut aksi demontrasi. Seperti koreksi Pak Presiden, tanggal 2 Desember 2016 adalah kegiatan doa bersama.

Apresiasi setinggi-tingginya untuk peserta aksi damai yang memang damai, tertib, dan, konon katanya, minus sampah. Sekali lagi, luar biasa!

Salut juga untuk Polri, TNI, relawan, dan, pastinya, Bapak Presiden Joko Widodo. Saya sangat yakin aksi hari ini demikian damai tidak lepas dari agenda konsolidasi Pak Presiden dengan para pimpinan partai hingga MUI. Juga tak lepas dari musyawarah yang giat dilakukan Bapak Tito sang Kapolri.

Rasanya benar-benar cinta negeri ini. Indonesia yang damai. Yang berbeda, namun kita semua sungguh lebih mencintai negeri ini daripada perbedaan itu sendiri.


Saya mencoba tidak membabi-buta mendukung seseorang, sekalipun Presiden. Namun dengan ia hari ini datang ke Monas untuk ambil bagian Sholat Jum'at bersama-sama peserta aksi damai dan datang berjalan kaki plus memegang sendiri payungnya, rasanya sangat bangga dan kagum pada beliau.

Yang tak kalah penting dari aksi ini adalah bahwa Indonesia telah memberi gambaran tentang Islam damai ke seluruh dunia. Inilah wajah Islam, inilah Indonesia. Islam bukan teroris. Islam adalah agama yang damai.

Postingan populer dari blog ini

Film Filosofi Kopi... Sebuah Review dan Opini