Senin, 04 Juli 2016

Tentang Agama


Dulu, waktu kecil, saya suka berpikir agama ini salah, penganutnya salah, ajaran agama itu bohong, kok itu disembah, kok ritualnya begitu, dll, dsb, dst. Saya merasa agama sayalah yang paling benar. Tata caranyalah yang paling sempurna. Hanya Dia-lah yang pantas disembah. Intinya, semua pemikiran itu hanya upaya membentengi iman sendiri yang masih tipis. Yah, namanya juga masih bocah.

Minggu, 12 Juni 2016

Related... maybe.



"Dengar," ucap Sheryl. "Dia mungkin hanya menginginkan gadis penurut berumur dua belas tahun. Itu hak prerogatifnya, tahu. Seperti dia masuk ke Henri Bendel, melihat sehelai sweter bagus, tapi sudah ada di sana cukup lama, dan diberi tulisan 'obral'. Jadi mungkin dia memeriksanya, meletakkannya, lalu pindah ke barang lain. Barang-barang di bagian koleksi terbaru. Itu bukan karena alasan pribadi. Dia hanya tidak mau sweter yang tadi."

Aku selalu bisa mengandalkan Sheryl untuk mengecilkan segala persoalan menjadi ekspedisi belanja.



Dikutip dari novel For Matrimonial Purposes

Minggu, 29 Mei 2016

Mantra


Terakhir kali saya ke tempat ini sekitar dua bulan lalu. Waktu itu hari Jum'at pertengahan Maret. Saya memutuskan untuk menyetop angkot saya di depan tempat ini. Saya berencana nonton film di bioskop sendirian. Film bertema kesedihan, pikir saya waktu itu. Temanya demikian supaya saya bisa menangis di dalam studio tanpa perlu orang lain curiga.

Selasa, 03 Mei 2016

Baper ala Ada Apa Dengan Cinta 2



Tulisan ini mengandung spoiler. Untuk yang belum nonton dan tidak ingin berkurang kenikmatannya, harap membaca tulisan ini sekeluarnya dari studio bioskop. You've been warned! Peace!