Pertengahan bulan Mei lalu, di hari libur nasional Kenaikan Isa Al-Masih, saya pergi berlibur ke Magelang. Ini adalah liburan pertama semenjak liburan terakhir saya ke Singapura dan Malaysia. Dang! I'm really busy surviving!
Apakah manusia masih saling jatuh cinta di jaman sekarang? Jatuh cinta yang terasa mudah namun sekaligus dalam? Jatuh cinta yang membuat kita tidak ingin melakukan apapun selain melindungi orang terkasih? I promise you I am a pragmatic person, but let me tell you something called hope.
Sekitar tiga mingguan yang lalu saya sakit. Kamis dan Jumat terpaksa ijin tidak ngantor. Flu berat dan demam sampai seluruh persendian terasa nyeri. Seninnya saya ngantor lagi. Demam sudah pergi, tapi badan masih belum seratus persen bugar. Sempat mimisan pula di kantor. Plus asam lambung kambuh.
Beberapa kali membaca anjuran kepada orang-orang yang mengidap gangguan kecemasan, stres, hampa, dan gangguan pengelolaan emosi lainnya untuk menulis jurnal. Sementara itu, 13 tahun yang lalu, saya menamai blog ini, dengan kesadaran penuh, Jurnal Novia. Dan memang dimaksudkan untuk menuangkan pikiran, emosi, opini, dan ide-ide secara jujur. Lebih jauh, blog ini adalah medium monolog ketika tidak ada telinga yang bersedia mendengar.
Hari ke-28 bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Minggu ketiga sejak Zionis Israel dan US melakukan serangan ke Iran. Per hari ini Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dinyatakan tewas di kediaman putrinya dalam serangan Zionis Israel. What a time to be alive!
Hari keempat bulan puasa di tahun ini. Seharusnya saya menulis ini kemarin, di hari ketiga, sesuai dengan jumlah "bestie" yang saya punya. Mengapa ditulis dengan tanda petik? Apakah mereka bukan benar-benar sahabat? Jadi, begini ceritanya...
Kemarin, seorang manajer sales yang baru bergabung sekitar satu bulan, memuji saya pintar dan profesional. Jika boleh sedikit membanggakan diri, gestur-gestur puas dengan pekerjaan saya seperti ini sering saya dapatkan.
Tahun 2025 adalah tentang bertahan hidup. Setahun penuh saya jadi rombongan kereta, yang artinya minimal 13 jam beraktifitas di luar lima hari dalam seminggu. Sembilan jam duduk bekerja di ruangan, lalu empat jam sisanya berdiri sekuat tenaga di gerbong jalur hijau yang penuh sesak setiap rush hour. Tahun ini juga saya terkantuk-kantuk menyelesaikan 2 semester kuliah. Lalu, demi mendistraksi diri dari pikiran negatif dan rasa sepi yang menggerogoti jiwa, saya melarikan diri ke dunia bajak laut!