Perempuan itu duduk lesu di atas bangku kayu. Di hadapannya
ada perempuan ke dua, yang begitu melihat perempuan pertama, langsung tergerak
untuk bertanya.
“Kamu pucat? Kenapa?” tanya perempuan ke dua kepada
perempuan pertama di hadapannya.
Perempuan pertama mengangkat kepalanya, menatap perempuan ke
dua dengan ekspresi hampir menangis. “Dia sudah punya pacar,” desahnya.



