Konon, Jepang itu jagonya kalau bikin drama profesi. Samar-samar saya ingat pernah nonton dorama Jepang tentang pengusaha tahu. Dan mereka beneran nunjukin keseriusan dan dedikasi dalam hal membuat tahu. Kali ini saya nonton drama yang profesinya sangat dekat dengan saya alias menceritakan kisah orang-orang di bagian keuangan.
Sinopsis Singkat
Moriwaka Sanako (Tabe Mikako) adalah salah satu staf keuangan di Tenten, sebuah perusahaan pembuat sabun yang masih menerapkan cara-cara kerja dan nilai-nilai konvensional. Moriwaka sangat berdedikasi pada pekerjaannya. Meski berulang kali merapal mantra "jangan kejar kelincinya" tiap kali menemukan kejanggalan di struk-struk rembes departemen lain, Moriwaka pada akhirnya tetap tergoda untuk mengungkap kenyataan di balik angka-angka. Namun, meski niat perempuan itu untuk menjaga uang perusahaan sebertanggungjawab mungkin, dedikasi Moriwaka tak jarang membuatnya jadi bahan cibiran departemen lain.
Dalam perjalanannya menjaga keuangan perusahaan, bukan hanya Moriwaka menyaksikan segala macam politik kantor, perselingkuhan antar karyawan, para penjilat tanpa kompetensi, karyawan yang merasa salah posisi, sampai pengkhianat, ia juga menemukan belahan jiwa dari Departemen Penjualan yaitu Yamada Taiyo (Shigeoka Daiki). Romansa kantor ini pun tak kalah menjadi dilema bagi Moriwaka. Ia yang sangat memegang teguh pendirian untuk tidak terlibat dengan siapapun di kantor secara personal dan menyelesaikan semua masalah sendirian, pada satu titik diminta untuk berbagi beban oleh Yamada.
Finance
Kalau merujuk dorama ini, saya setuju banget kalau Jepang dibilang jagoan dalam hal bikin drama profesi. Ini asli menggambarkan tantangan-tantangan yang dihadapi orang keuangan setiap hari. Ruang kerja dan suasananya pun kayak kantor beneran. Misalkan satu adegan lagi fokus di ruangan Departemen Sales, dari dinding-dinding kaca kita bisa tetap melihat operasional departemen lain. Sudah begitu segala perintilan khas orang finance pun dibikin niat banget. Ada cetakan invoice dengan kop perusahaan, box petty cash yang perlu karyawan setingkat manajer yang nyimpen kunci brangkasnya, sampai ke software akuntansi yang dipakai. Semuanya believable!
Terkait penggambaran masalah yang dihadapi, yang paling kena di saya itu waktu Moriwaka CS komplen kenapa manajer departemen lain enteng banget ngasih approval ke setiap pengajuan rembes. Mentang-mentang orang keuangan pasti ngecek, mereka segampang dan seceroboh itu ngasih tanda tangan. Sebagai orang yang sudah bertahun-tahun di lingkup ini, saya jengkel banget dengan perilaku kayak gini. Orang keuangan diposisikan bak gerbang terakhir alias begitu aja kelimpahan pekerjaan auditor. Dibikin sistem aproval berjenjang tuh ya supaya di tiap tahap juga melakukan pemeriksaan. Bete!
Kultur Kerja di Jepang
Kalau kita mendengar istilah "etos kerja orang Jepang", kita biasanya langsung membayangkan sistem di mana semua orang patuh, giat, disiplin, serius, dan sifat-sifat profesional lainnya. Konon malah katanya, di sana kalau lagi nggak ada yang dikerjain pun diharapkan duduk stay aja di depan komputer. Tapi kalau merujuk dari dorama ini, ternyata kehidupan kantor di Jepang nggak sekaku itu. Sama yang saya temui di tempat kerja saya sendiri, ada aja karyawan yang keluyuran ke ruang kerja departemen lain buat ngegosip atau sekadar ngeluhin rekan kerjanya. Even Moriwaka yang sangat serius dan disiplin pun bertoleransi sama rekannya yang melipir jajan kopi dulu abis pulang dari bank. Moriwaka yang sangat suka kata "impas" ini menilai kalau memang segelas kopi bisa boost motivasi rekan kerjanya, yaudah anggap aja impas.
Selain itu ada juga perkara karyawan beban departemen, karyawan nepo, karyawan selingkuh, karyawan salah jabatan, sampe karyawan pengkhianat. Beneran masalah korporasi yang gampang kita temukan di perusahaan manapun.
Genre
Drama ini bergenre komedi dan romens. Dan asli, komedinya kena banget di saya. Berkali-kali saya cekikikan geli gara-gara humor di dramanya. Sama seperti Yamada, saya juga gemes banget sama kelakuan absurd Moriwaka ketika jatuh cinta. Pasangan cewek lebih tua dengan berondongnya ini adorable banget. Ending romansa mereka pun memuaskan. Nggak keluar dari karakter Moriwaka yang tetep ngotot nggak mau publikasi soal hubungannya dengan Yamada di kantor.
Lalu, selain komedi dari karakter utama, karakter-karakter lain juga nggak kalah ngelucu. Kebanyakan humornya muncul dari tindak-tanduk khas orang Jepang. Satu adegan terlucu adalah ketika salah satu staf keuangan lain, Sasaki Mayu (Ito Sairi), lari ngambek trus nelungkup di meja. Beneran sekocak itu!
Trus sahut-sahutan dialognya pun sering kali lucu. Apalagi kalau cewek-cewek keuangan lagi di mode ngeledek manajer mereka yang boomer abis.
Recommended?
Dorama ini punya 10 episode yang tiap-tiap episodenya berganti kasus, namun kontinyu dalam hal dinamika hubungan antar karakternya. Dari yang saya baca, dorama ini adaptasi manga. Kalau aja bisa diakses di Indonesia, saya mau banget baca sumber aslinya. Katanya juga, mau dibikin sekuelnya tapi bisa jadi cuma rumor. Yang pasti dorama ini beneran worth your time. Enjoy on Netflix!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar