Rabu, 14 Februari 2024

Anies Bubble: Politik Riang Gembira?



Mengutip berita daring CNBC Indonesia, dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nasional untuk Pemilu 2024 sebesar 204.807.222 jiwa, sekitar 55 persennya merupakan pemilih muda. Ada lebih dari setengah populasi pemilih yang diperebutkan para capres dan caleg. Dengan begitu, apakah menempatkan anak haram konstitusi calon milenial dan mengusung 'politik riang gembira' adalah langkah yang tepat untuk menggaet suara anak muda?

 

Pertama kali saya tahu istilah "politik riang gembira" adalah dari spanduk besar punyanya PSI dengan gambar bontotnya Jokowi berpose love di atas kepala ala Korea yang terpancang di pinggir jalan tepat di pertigaan menuju kantor saya. Tapi mohon maaf, sampel spanduknya, biarpun bisa didapat dengan mudah dari Google, tidak akan saya taro di sini. Waktu saya lihat spanduknya secara langsung pun saya sudah memutar bola mata habis-habisan. WHAT THE FUCK??!!

Sebetulnya, politik tidak mesti riang gembira untuk bisa menarik perhatian anak muda yang disematkan dengan citra 'fun'. Di atas segalanya, politik itu mesti berintegritas. Hanya dengan begitu kita semua dapat menghormati setiap proses demokrasi.

Tapi kemudian dari sisi paslon nomor 1 yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar muncul sebuah akun yang menarik perhatian anak muda, terutama warga Twitter. Akun tersebut menggunakan username @aniesbubble. Tagline 'politik riang gembira' rupanya terealisasi dari sisi yang berlawanan dari pencetusnya.

Bubble sendiri adalah sebuah aplikasi berbayar di mana fans Kpop dapat 'berbicara' dengan idol-nya. Biasanya para idol akan sesekali menyapa fans via aplikasi ini. Dan seperti kebiasaan Kpopers, serunya dunia Kpop itu ketika bisa hype segala sesuatu tentang idol kita bareng-bareng. Caranya? Posting di medsos biar semakin banyak fans yang update.

Saya yang warga setia Twitter dan pemilih Anies pula, sudah pasti tahu kronologi kemunculan Anies Bubble. Jadi, tanggal 28 Desember 2023 sekitar pukul 10 malam, Pak Anies melakukan live TikTok. Dari yang nampak di layar dan seperti diinformasikan Pak Anies sendiri, beliau saat itu sedang menumpang mobil sepulangnya dari rangkaian kampanye. Saya yang bukan user TikTok sampai hari ini tentu bukan salah satu penonton live debut yang menyedot sekitar 300 ribu penonton itu. Tapi, besok paginya, ada akun yang kurang lebih mencuit, "hidup lagi capek-capeknya, malah dapat wejangan dari capres." sambil turut menyertakan potongan video live di cuitannya.

Lantas di hari yang sama, muncullah akun @aniesbubble yang juga memosting potongan video Pak Anies live dengan caption Hangul layaknya update fan account Kpop. Posisi Pak Anies yang seperti idol Kpop habis pulang manggung di Inkigayo dan beliau yang gaptek alias nggak paham cara matiin live betul-betul seperti idol Kpop kebanyakan. Kpopers sejati pasti ngerti jokes macam ini.


 

Besoknya, tanggal 30 Desember 2023, akun ini mengumumkan bahwa akun mereka khusus untuk Pak Anies.


 

Yang bikin heboh, di tanggal yang sama, akun Twitter resmi Pak Anies menyematkan emoji burung hantu di bio beliau, bersebelahan dengan emoji semangka yang merupakan simbol dukungan untuk Palestina. Gambar burung hantu sendiri dipakai Anies Bubble sejak awal untuk merepresentasikan sosok Pak Anies yang merupakan akademisi. Makna lengkap dari simbol burung hantu bisa dibaca di sini.

 

 

 

Sejak itu kemunculan akun Anies Bubble jadi fenomena tersendiri. Setiap postingan mereka selalu ramai. Baru setengah jam nge-post, tingkat views-nya bisa langsung ratusan ribu. Tanggapan warga Twitter? Ikut serta dalam keseruan politik riang gembira. Sebagaimana Anies Bubble yang konsisten mengusung konsep Kpopfication dengan tetap menggunakan huruf Hangul dan English dalam setiap post-nya, membuat postingan 'spotted' alias nggak sengaja ketemu Anies di area publik, woro-woro upcoming event Pak Anies, dan tentu masih memosting potongan video-video live TikTok Pak Anies, followers akun ini pun tak mau kalah dengan 'menyamar' bak fans Kpop beneran. Semua heboh membuat reply dengan bahasa-bahasa umum fans Kpop seperti penggunaan Bahasa Tagalog, komen "come to Brazil", sampai membuat format komen seolah ada di situs panncafe. Saya yang sebagian ngerti dengan budaya Kpoppers betul-betul terhibur. Pak Anies sendiri dibikinin nama Korea: Park Ahn Nice. Sedangkan cawapresnya jadi Cha I Min.

 

 
Kemudian, niat membawa budaya penggemar Kpop ini pun sampai ke pemberian nama fandom Anies, yaitu Humanies. Selanjutnya, sekali lagi yang betul-betul bikin heboh sejagat Twitter, ketika Pak Anies memegang bong alias lightstick!


 

Nggak sampai di sana, kemudian muncul akun Olppaemi Project yang terniat mengusung konsep budaya penggemar Kpop ke kampanye Pak Anies ke level berikutnya.

 

 

Proyek pertama mereka adalah videotron yang memang biasa dipersembahkan fans untuk idol mereka yang sedang ulang tahun. Donasi pun dibuka untuk mendanai proyek ini. Tanpa disangka, atau disangka mengingat seantusias apa orang-orang, dana yang terkumpul betul-betul fantastis. Beberapa waktu kemudian pun muncul pengumuman bahwa video Anies sudah siap rilis. Ada dua lokasi pertama yang sudah siap: di Bekasi dan Jakarta. Tapi, kurang dari 24 jam, videotron tersebut malah diturunkan pihak pengelola. Dan gara-gara hal ini, proyek Olppaemi malah jadi pemberitaan di mana-mana.


 

Bikin videotron sudah. Lightstick juga sudah. Trus apalagi ya? Ahh, food truck! Tahu dong apa itu food truck? Itu loh, mobil yang biasanya menyediakan minuman dan cemilan gratis. Biasanya dikirim dan didanai penggemar untuk idol-nya yang sedang ada proyek. Pak Anies yang sudah dapat julukan Abah Online gara-gara wejangan-wejangannya selagi live TikTok akhirnya dapat food truck juga pada event Desak Anies Edisi Nakes di Jakarta.

 


 


 

Kalau dibilang Anies Bubble adalah game changer di Pemilu kali ini ya nggak salah juga. Sejak mereka dengan Olppaemi Project bikin proyek videotron dengan desain video dan gambar yang lucu-lucu, akhirnya bermunculan akun yang ikutan bikin proyek tanpa terafiliasi dengan Timnas Amin. Semua bergerak independen dengan bantuan donasi dari orang-orang. Salah satunya adalah LED Truck.



 

Ini dia sang Truck LED yang wara-wiri di jalanan.

 

 

Bayar spot iklan di TV mahal. Jadi gimana kalau buat iklan di medsos aja? GASS!!!

 

 
 
Kpopfication tanpa event ngumpul-ngumpul sesama fans? Ah, kurang! Mari adakan Cupsleeve Event untuk acara Debat Capres!
 
 
 

 

Terbaru, Anies Bubble merilis situs haveaniesday versi terbaru yang lebih gemes dan kreatif. Sebelumnya mereka juga sudah merilis situs dengan gambar-gambar yang gemes abis.

 

 

Saya bisa bayangkan, orang-orang di balik Anies Bubble dan Olppaemi Project betul-betul kegirangan bisa melakukan apa yang biasa dilakukan fans di Korea sana untuk idolanya. Lebih dari itu, usaha mereka layak banget diapresiasi untuk meningkan awareness event pemilu di kalangan anak muda yang sering dilabeli apatis. Take a note ya para politikus sok tau, nggak usah sok ngaku-ngaku partai anak muda, dekat dengan anak muda, jargon politik riang gembira, bla-bla-bla, padahal nggak paham apa-apa soal kesenangan anak muda.

Game changer!

 

note: tulisan ini selesai pada tanggal 14 Februari 2024 pukul 12:58 dini hari

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar