Selasa, 13 Februari 2024

Desak Anies Bagian 2 - Cara-cara Berkampanye


Tulisan ini sebetulnya sudah saya coba susun sejak tanggal 5 Februari 2024 lalu. Sayangnya ide saya mentok, nggak fokus tentang apa saja yang mau ditulis. Padahal sederhana saja, saya ingin membuat tulisan tentang cara-cara berkampanye kreatif dari paslon 1; Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

 

Seperti yang sudah saya tulis panjang lebar di postingan Desak Anies, banyak yang nyinyir bahwa acara kampanye dengan format diskusi 'nggak masuk' untuk rakyat Indonesia yang IQ rata-ratanya cuma 78. Tingkat partisipasi jenjang pendidikan pun masih mengkhawatirkan dengan 65 juta jiwa dari 275 jiwa yang belum/tidak sekolah. Nggak mempan di akar rumput, kata mereka.

Ya, bisa jadi begitu. Lagi-lagi, pengaruhnya ke sisi elektoral baru bisa dibuktikan besok di tanggal 14 Februari 2024. Aduh, nggak seperti yang sudah-sudah, saya deg-degan dengan pemilu kali ini. Penyebabnya tak lain adalah kecurangan yang semakin nyata dipertontonkan. Untuk insight tentang apa yang sedang memperkosa demokrasi kita, saya sarankan untuk menonton film dokumenter yang sedang viral yaitu Dirty Vote dan acara rumpi-rumpi politik Bocor Alus Politik.

Kembali ke topik format kampanye yang kreatif, tim paslon nomor satu memang juaranya. Selain Desak Anies, ada pula acara Slepet Imin dengan sang cawapres sebagai bintang utamanya. Formatnya kurang lebih sama; sama-sama sebuah acara diskusi. Tapi, kalau saya perhatikan, segmentasi Slepet Imin lebih ke kota-kota kecil. Konon, tugas sang Ketum PKB ini memang merebut suara di kalangan menengah ke bawah. Bedanya lagi, kalau poster Desak Anies bernuansa serius dan progresif, Slepet Imin justru cerah-ceria-centil; beresonansi dengan karakter guyon ala anak pesantren Cak Imin. Slepet sendiri merujuk ke aksi menyabet dengan sarung khas santri.

 

Centil banget posternya

 

Sudah selesai sampai di situ? Oh, tidak. Timnas paslon 1 melalui Ubah Bareng juga punya acara kampanye diskusi (lagi!) bertajuk Locker Room Timnas. Pengisi acaranya adalah orang-orang Timnas sendiri, seperti Tom Lembong, Leontinus Alpha Edison, dan Sulfikar Amir.

 

Ahjusi Tom Lembong yang ikutan viral

 

Sudah? Belum, Saudara-saudara! Tiga acara belum cukup. Berhubung paslon ini yang paling minim bujet kampanyenya, semua orang selayaknya bergerak. Kalau Mutiara Baswedan a.k.a putri semata wayang Pak Anies terkadang ikutan acara Locker Room Timnas, anak-anak Pak Anies dan Cak Imin turut turun gunung melalui acara Ekspedisi Perubahan. Kegiatannya diskusi juga, tapi ada sesi main bareng dan keliling kampungnya. Lokasinya sendiri lebih ke daerah kapubaten. Dari informasi Ubah Bareng, Ekspedisi Perubahan sudah tuntas mengunjungi 24 kota selama 25 hari.

  

 

Sampai di sini setidaknya ada 4 acara yang dikreasikan Timnas Amin melalui Ubah Bareng. Nggak berlebihan kalau dibilang Pak Anies sudah menaikkan level cara-cara berkampanye di Tanah Air.


 

Sebetulnya, selain empat format kampanye yang kretif-kreatif ini, paslon 01 tetap melakukan kampanye-kampanye konvensional juga kok. Ada tagar yang namanya Ekspedisi Amin ke pasar-pasar dengan narasi 'belanja masalah' yang dilakukan Pak Anies. Sowan ke kyai-kyai kampung? Ada. Senam bersama? Ada. Orasi di panggung? Ada!

 

 

Masih kurang menyentuh akar rumput? Tapi ya sudahlah ya, bagian kita kan memang berdoa dan berusaha dengan cara yang paling kita mampu. Hasil akhir sudah menjadi kuasa-Nya.

 

28 Simpul Kesejahteran edisi Buruh

 

28 Simpul Kesejahteran edisi Buruh


By the way, bonus visualisasi visi-misi Amin yang dikreasikan dengan sangat cakep; menggunakan warna-warna partai pendukung, dan pastinya tidak menggunakan AI.


 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar