Jumat, 16 Januari 2026

Eating, Working, Sleeping and Watching One Piece

 

Tahun 2025 adalah tentang bertahan hidup. Setahun penuh saya jadi rombongan kereta, yang artinya minimal 13 jam beraktifitas di luar lima hari dalam seminggu. Sembilan jam duduk bekerja di ruangan, lalu empat jam sisanya berdiri sekuat tenaga di gerbong jalur hijau yang penuh sesak setiap rush hour. Tahun ini juga saya terkantuk-kantuk menyelesaikan 2 semester kuliah. Lalu, demi mendistraksi diri dari pikiran negatif dan rasa sepi yang menggerogoti jiwa, saya melarikan diri ke dunia bajak laut!


Satu hari beberapa minggu yang lalu, saya menyadari satu hal: ahh, tidak kah saya sekeren itu? Dengan kegiatan mencari nafkah yang melelahkan lengkap dengan struggle-nya selama perjalanan, saya masih sempat olah raga paling tidak dua kali seminggu, dan masak macam-macam untuk kebutuhan mulut sendiri. Kemudian saya juga mencuci, menyetrika, menyikat kamar mandi, dan melakukan semua kegiatan beres-beres lainnya. Apparently I manage all of those things alone! 

Belum lagi perkara kuliah yang semester terakhirnya terdampak sistem baru. Tiba-tiba sistem TMK dibubarkan, dan semua mahasiswa harus ikut sistem Tuton. Yang sebelumnya saya cukup mengerjakan tugas per dua minggu, sekarang setiap minggu per mata kuliah ada 1 tugas diskusi dan 1 tugas per dua minggu. Beberapa kali saya cheating mengerjakan tugas di kantor selagi lowong.

Oh, soal pekerjaan juga! Saya pikir saya melakukannya dengan cukup baik. Semua tercatat dan terkendali. Tapi juga karena itulah saya sering ngantuk di kantor. Selain karena kurang tidur, juga karena jemu dengan tugas-tugas yang repetitif. Dan pada saat-saat seperti inilah saya akan merapal sebuah mantra sebagai penguat mental: "akan kuulangi sebanyak yang dibutuhkan". 

Tujuan saya tahun lalu jelas: menyelesaikan apa yang sudah saya mulai yaitu kuliah, sembari bertahan di pekerjaan yang mengongkosi biaya hidup saya sejauh ini. Ketika nanti gelar sudah di tangan--saya mengiming-imingi diri sendiri--saya boleh melepaskan pertahanan. Mari bersabar sampai hari itu tiba. Saya membujuk diri sendiri untuk tetap bertahan menghadapi penat.

Seperti yang saya tulis di bulan Februari tahun lalu, sejatinya saya kembali melakukan hal-hal dasar untuk bertahan hidup. Sehari-hari saya makan, bekerja, lalu tidur. Begitu terus setiap hari seperti robot terprogram.  

Kemudian saya mencoba menonton anime One Piece sejak viral para sopir truk ramai-ramai mengibarkan Jolly Roger. Awalnya cuma coba-coba. Dan untunglah saya tidak takut mencoba karena Luffy dkk turut membantu saya bertahan tetap waras di tengah dunia segila sekarang. One Piece semacam pelarian yang membuat saya sibuk menatap layar alih-alih merasa tertekan melihat kesemrawutan dunia. Oh, well, saya tetap merasa frustasi tinggal di negara edan ini, tapi setidaknya saya masih punya sebuah distraksi yang mumpuni. Plus, saya jadi punya ide baru untuk melakukan sesuatu terkait One Piece. Let's see!

Jadi, begitulah singkatnya rangkuman tahun 2025 saya. 

 


  





Tidak ada komentar:

Posting Komentar