Jumat, 26 Juni 2015

Ketika Air dan Udara Adalah Barang Mewah



Kemaren iseng-iseng buka buku Dari Presiden Ke Presiden karya Benny Rachmadi waktu ada gelaran diskon di depan Gramedia. Lembar per lembar gue buka. Ada satu gambar yang cukup menarik perhatian gue dan akhirnya gue potret. Sebuah gambar yang memrepresentasikan seorang rakyat kecil sedang menatap jerigen minyak dan bola lampu sambil berpikir di masa yang akan datang kedua barang tersebut mungkin akan menjadi barang langka.


Jerigen dan bola lampu mewakili Bahan Bakar Minyak alias BBM, sementara bola lampu dimaksudkan sebagai simbol listrik. Jadi, bagaimana kalau itu benar? Dalam gambar lain memperlihatkan rakyat (yang dianggap) jelata ternyata sedang menonton TV di rumah gubuk mereka. Dan kepemilikan benda tersebut dijadikan indikator bahwa mereka tidak masuk lagi dalam kategori miskin.

Beberapa tahun lalu TV masih menjadi barang mewah. Demikian juga kulkas, mesin cuci, AC dan kendaraan bermotor. Tapi bagaimana sekarang? Terutama TV. Gue sendiri tau betul gambar itu terjadi di Indonesia, Jakarta khususnya. Rumah dan, bahkan, kamar kost, punya TV di ruangan masing-masing. Termasuk kamar kost gue, hehehe.

Mewah dan langka udah bergeser maknanya setiap tahun. Yang dahulu merupakan barang mewah, bisa jadi udah jadi barang biasa aja sekarang ini. Hari ini mungkin mobil sport, villa pribadi dan helikopter termasuk barang mewah. Tapi gimana bertahun-tahun mendatang? Misalkan benda-benda itu pada tahun 2045 misalnya udah nggak jadi barang mewah lagi, dan banyak orang bisa punya, ya nggak apa-apa. Yang mesti dikhawatirkan itu gimana kalau misalkan yang jadi barang mewah berpuluh-puluh mendatang itu adalah AIR dan UDARA?

Gue keingetan gara-gara sering liat di toilet kantor pada suka narik tisu sampe panjaaaannng banget. Padahal tisu itu kan dihasilkan dari pohon. Dan gue pernah denger fakta kalau dari satu pohon berusia dewasa cuma bisa menghasilkan beberapa lembar tisu aja. Bandingkan dengan fakta bahwa dari pohon yang sama bisa menghasilkan oksigen yang cukup untuk dua orang. Nah loh, gimana kalau bener kejadian, bertahun-tahun mendatang, air dan udara jadi barang langka dan dianggap mewah?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar