Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Review Dorama Jepang Love That Makes You Cry

Gambar
Motivasi saya nonton dorama Love That Makes You Cry (LTMYC) awalnya untuk kebutuhan pekerjaan. Pingin sekali-sekali melipir dari drakor. Setelah lihat-lihat beberapa judul yang tersedia di aplikasi Viu, terpilihlah dorama ini. Ini merupakan dorama pertama yang saya tonton sampai tamat setelah sebelumnya dorama-dorama lain cuma saya tonton 1-2 episode awalnya aja. Motivasi lebihnya karena LTMYC cuma berjumlah 10 episode dengan durasi masing-masing nggak nyampe 1 jam. Dorama ini produksi tahun 2016 dan tayang di Fuji TV.

Review Drama Korea Familiar Wife

Gambar
Selama penayangannya, drama Familiar Wife adalah prioritas ke dua saya setelah Time. Slotnya pun sama, Rabu dan Kamis. Saya biasanya nunggu sampe keluar terjemahan Indonesia-nya. Hehehe. Bukan berarti dramanya nggak bagus ya. Cuman nggak secinta itu aja sama drama ini sampe kepingin buru-buru nonton; baru rilis yang english subtittle, langsung hajar ~~ bukaaann! Omong-omong, Familiar Wife tayang di TVN sebanyak 16 episode mulai tanggal 1 Agustus sampai 20 September 2018.

Review Drama Korea Time (Shigan)

Gambar
Drama Time (Shigan) adalah salah satu drama yang bikin saya tertarik sejak 30 menit pertama. Khas genre melodrama, Time memberi konflik tajam sejak episode perdana. Drama ini tayang di MBC mulai tanggal 25 Juli sampai 20 September 2018 dengan total 16 episode. Selain drama JTBC, sejauh ini saya juga merasa cocok nonton drama MBC. Saya suka warna layar drama MBC.

Review Drama Because This is My First Life

Gambar
Kisah kawin kontrak nampaknya nggak habis-habis dijadikan tema drama Korea ya? Lima atau bahkan sepuluh mendatang bisa jadi tema begini masih bakal didaur ulang. Because nothing is new under the sun, bukan berarti tema begini sudah sama sekali nggak bisa dinikmati lagi loh. Salah satu drama yang mengangkat tema mainstream ini adalah Because This is My First Life.

Temanggung, Kendal, Wonosobo Lewat Purwokerto Bagian 2

Gambar
Perjalan ke Curug Sewu di Kendal masih jauh. Kita naik bis 3/4, yang juga disebut '2 pintu'. Maksudnya bisnya agak gedean gitu. Dan kayaknya warga Temanggung masih banyak loh yang pakai angkot kemana-mana. Bisnya nggak pernah sepi penumpang. Yang saya liat memang Temanggung itu tingkat hidup mayarakatnya masih sederhana. Saya nggak lihat di sepanjang jalan ada rumah warga yang menandakan dia kaya banget.