Sabtu, 18 Februari 2017

Tentang Ketersinggungan


Everybody is going to hurt you... Are they cruel or is just you breakable?

Pertama kali baca quotes si Raja Reggae itu saya langsung merasa setuju banget. Yes, everybody is going to hurt you. Semua orang. Bahkan orangtuamu sendiri. Karena itu silakan tampar orang-orang yang berucap menginginkan pasangan yang tidak akan pernah menyakitinya. Absurd. Tak akan pernah terjadi.

Mungkin hati manusia adalah benda paling rapuh sedunia. Tanpa peringatan, ternyata obrolan santai dengan seorang teman bisa berujung permusuhan. Tanpa aba-aba, celetukan yang diniatkan bercanda rupanya menyinggung hati seseorang. Lalu, salah siapa itu?

Siapa sih yang nggak pernah tersinggung akibat ucapan orang lain? Siapa sih yang nggak pernah tersakiti akibat ucapan dan sikap orang lain? Faktanya, hati manusia memang serapuh itu. Nggak usah verbal kasar (a*nj*ng, g*bl*k, f**k), dengan delikan sinis pun bisa menggores hati manusia. Memang serapuh itu perasaan manusia.


Tapi kata orang bijak yang lain lagi, yang terjadi di hidup kita cuma memakan porsi 10%, selebihnya adalah tentang bagaimana kita bereaksi akan hal itu. Saat seseorang membuatmu sakit hati akan ucapannya, apakah harus hari itu juga kamu membalikkan badan dan pergi? Tidak pernahkah terpikir bahwa orang itu mungkin saja, dan memang mungkin sekali, juga pernah teriris hatinya akibat lisanmu? Hanya saja mungkin orang ini memilih diam dan diam-diam meredam kesakithatiannya?

Ini tentang caramu merespon sebuah situasi. Kalau saja dunia ini memang hanya tentang kamu, maka boleh-boleh saja terus menuruti emosi hatimu sendiri. Jika seseorang membuatmu tersinggung maka kamu katai ia kasar lantas bubar jalan. Tapi seperti yang kamu ketahui, dunia tidak bekerja dengan cara seperti itu. Kita sebagai manusia diharapkan lebih bijak, menahan diri lebih sering, mendengar lebih lama dan mengokohkan hati agar tidak begitu cepat retak. Dan, yang perlu digaris bawahi, jangan berpikir kamu sudah baik karena orang-orang di sekitarmu tidak pernah marah, atau komplain, atau langsung pergi karena ucapan maupun sikapmu. Bisa jadi, hatinya sudah sering retak akibat ulahmu. Hanya saja orang ini berpikir hubungan kalian cukup berharga untuk dijaga ketimbang menuruti emosi yang mungkin lusa pun sudah mereda.