Kamis, 05 April 2018

Knet dan Netizen Pada Umumnya



Karena urusan pekerjaan, gue jadi sering buka-bukain Soompi, Allkpop, sampe Koreaboo. Dan kalau nggak salah narik kesimpulan, visitor mereka ya setipe gue ini: dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan belahan negara-negara lain, terkecuali negeri yang selebnya dibahas itu sendiri alias Korea Selatan (mungkin ada juga kali yaa, tapi minoritas. Referensi orang sana pastinya lebih banyak media lokal dong?). Melalui situs-situs berbahasa Inggris inilah para pecinta Hallyu dari luar Korsel merasa terselamatkan, seperti halnya English substitle menjadi sebuah kebutuhan sewaktu nonton drama dan mantengin lagu Kpop. Hihihi.

Dalam salah satu postingan di blog ini, gue pernah nulis kalau gue pingin ke Korsel untuk merasakan vibe negeri itu: emang iya orang-orang sana peduli banget sama selebritisnya? Emang iya mereka concern banget sama grup yang menangin award di acara-acara musik?

Yang penggemar Hallyu pasti taulah gimana Knetz alias Korean Netizen. Banyak berita online yang menulis tentang Knetz gets offended by every litlle things about celebrity. Misalkan soal Jae Day6 yang baru-baru ini diributin gegara dianggap sok iye banget mau ngetes-ngetes cewek pas kencan pertama. Atau soal Yeri Red Velvet yang bilang terhormat karena bertemu Kim Jong Un. Atau berita temen Yeri sesama member Red Velvet, Irene, yang diributin gegara baca buku berbau feminis.

Kalau muncul berita-berita begini, langsung deh visitors rame berkomentar. Rata-rata komentarnya... apaan dah ini Knetz, masalah apa aja dibikin rame, apaan aja langsung tersinggungan.


Idol : *breathe*
Knet : How dare you...

Wkwkwk. Jujur, gue pun sering merasa, ini nonsens amat yang diributin. (Knet: gih dah elu-elu pada, orang-orang di luar Korea, nggak usah ngefans sama Hallyu seleb kalau nggak bisa terima cara kerja dunia hiburan di sini). Wkwkwk.

Yg lebih males kalau ada berita dating -- yang bagi mereka adalah sebuah skandal. Kalau oppa-oppa diberitain dating, langsung deh diserbu ceweknya. Dibilang cuma cari perhatian lah, manfaatin ketenaran doang lah. Oppa mah bener terus. What a oppalogic! Yang ngeluarin foto si Dispatch, yang dikatain nyari perhatian... ceweknya. Pfffttt...

Nonsens nggak sih? Iyalah. Apa-apa diributin. Get a life!!! What a immature fans! How can you call yourself a fan???

Tapi, emang iya kayak begitu banget di sana?

Pertama, seperti di Indonesia pun, media-media suka mengangkat hal-hal bombastis. Ambil beberapa komen di IG artis trus jadiin berita: Artis A Dinyinyirin Netizen Gara-gara Makan di Warteg. Pokoknya ambil komen yang mendukung output berita, selesai deh. Tinggal tunggu komen-komen bernada naik pitam para visitors yang balas nyinyir, bilang itu netizen pada kurang kerjaan, segala hal dikomenin. Maha benar netizen dengan segala komenannya.

Mantap.

Apa iya Knet gampang banget terpelatuk, terutama kalau udah menyangkut oppa-oppa kesayangan? Sepertinya... ya. Ya. Ya. Ya. Tapi, jelas nggak semua. Bahkan mungkin cuma segelintir aja. Kebanyakan mungkin remaja-remaja kelebihan energi yang lagi krisis identitas. Selebihnya, ngeramein aja. Kan seru tuh ikut-ikutan nyinyir tapi bebas konsekuensi, toh berlindung di balik nama akun yang bisa disamarkan. Makin banyak gue tau soal Korea, gue malah justru berpikir di sana itu ya sama aja kayak di negara-negara mana aja. Pasti ada aja sih yang terobsesi banget sama kehidupan artis. Tapi ada juga yg hobinya nge-troll doang. Ngefans nggak, antis juga bukan. Tapi hepi aja gitu nge-troll para seleb, atau komen-komenin isu yang lagi hangat. Lumayan kan, bisa ngelampiasin emosi dengan cara maki-maki orang. Barangkali syirik gara-gara seleb-seleb itu tajir dan mempesona, sementara dirinya miserable. Atau yaaa sekadar seneng-seneng aja, daripada iseng. Hihihi.

Tapi, gue kira, lebih banyak lagi yang sebatas tau aja soal seleb. Ya kali ah mereka nganggur banget sampe lebih sibuk ngurusin kehidupan artis yang nggak kita kenal ketimbang ngurus kehidupan sendiri. Ye, nggak?
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar