Media Development Program Net TV


Tanggal 4 November kemarin saya ikut Media Development Program (MDP) yang diadakan Net TV. Ini adalah open recruitment yang diselenggarakan oleh TV nasional  yang belum genap 2 tahun mengudara itu. 

Dengan penuh semangat saya bangun shubuh-shubuh. Jam setengah lima saya udah nangkring di depan toko Indomaret, di depan gang rumah. Nunggu taksi yang sore kemarinnya sudah saya pesan. Perjalanan mulus dan bahkan sampai di TKP lebih cepat dari perkiraan. Setengah enam taksi saya udah menepi di Balai Kartini-tempat berlangsungnya MDP. Wow banget! Padahal perkiraan saya, jam 6 lewat baru nyampe aja udah syukur. Thanks banget buat Pak Sopir yang sigap menyetir, plus obrolannya yang menambah wawasan :))

Di TKP udah ada segelintir orang yang dateng. Orang-orang berseragam Net pun satu-persatu muncul dan langsung masuk ke gedung. Sesuai intruksi security saya antri di barisan bertanda Walk In Recruitment. Sementara di seberang barisan saya mengantri orang-orang yang sudah dapat undangan dari Net by email. Mereka yang dapat undangan ini kemudian yang bisa masuk lebih dulu ke gedung untuk mengambil nomor antrian dan form biodata.

FYI, sejak tahu Net bakal ngadain MDP setiap hari saya rutin buka web-nya. Tapi kok ya nggak ada instruksi selanjutnya? Maksudnya prosedur nanti di MDP gimana, trus mulai jam berapa, dll. Ngenesnya malah pas hari Senin sebelum hari H saya baca di web kalau pendaftaran MDP di Jakarta udah ditutup. Bener-bener nyesek rasanya. Kok bisa sih? Perasaan udah bukan web Net TV bagian karir setiap hari tapi nggak ada tuh pemberitahuan soal registrasi, lahh kok ini tiba-tiba ada kabar pendaftaran udah ditutup??? Saya sendiri udah sejak lama masukin CV ke web-nya Net tapi saya ga dapet undangan. Apa untuk MDP ini saya harus registrasi ulang? Hemm, kayaknya sih gitu.

Dalam web-nya sendiri ada kata-kata yang kurang lebih artinya: buat yang belum registrasi online bisa langsung datang ke Balai Kartini tanggal 4 November 2014. Kurang yakin, saya mulai googling. Dan ketemulah official twitter Net TV. Adminnya dalam sejumlah tweet membenarkan bahwa yang belum registrasi online dipersilakan datang langsung ke Balai Kartini mulai jam 6 pagi. Oke, mantaplah hati saya. Sayangnya teman saya batal ikut karena ga dapet ijin cuti dari kantornya.

Kesan saya setelah duduk di dalam ruang psikotes adalah bahwa Bapak Wishnutama serius dan ga setengah-setengah ngadain open recriutment. Pertama soal gedung Balai Kartini yang nyaman banget, kedua alat-alat plus soal psikotest yang update sekali, dan ketiga, yang paling penting, mbak-mbak yang ngelayanin registrasi kita ramah banget. Kita disapa selamat pagi dan ditanya apa bawa undangan dari Net.

Bisa dibilang saya termasuk gelombang pertama yang masuk ke ruangan psikotes. Makanya nunggu lumayan lama sampe ruangan terisi penuh untuk 1 kloter itu (MDP dibagi beberapa sesi untuk membagi peserta). Di sana ada mbak Net yang berulang ngomong di mikropon: "Semua alat komunikasi harap dimatikan sekarang," dan "Bagi peserta yang sudah masuk ke ruangan dilarang untuk meninggalkan ruangan." Untuk seterusnya Mbak-mbak ini yang jadi instruktur psikotes.

Sembari nunggu ruangan penuh ada juga seorang Bapak-bapak yang jadi pembicara mengisi kekosongan. Lupa namanya, tapi yang pasti dia keliatan senior. Kata bapak ini bayaran di Net relatif lebih baik ketimbang di TV lain. Dan yang terpenting, kata beliau, Net bebas dari agenda politik jadi kalau mau nonton berita yang netral ya harus nonton Net. Plus dia juga membanggakan Net yang acaranya bagus-bagus dan jauh dari acara becanda tepung-tepungan.

Pas bapak ini ngomong, saya makin pingin kerja di Net. Iyah, bener kata beliau. Saya melihat ada kesempatan untuk memproduksi mata acara yang bagus dan, maaf, jauh dari program bodoh yang banyak tayang di TV Indonesia sekarang ini.

Psikotesnya terdiri dari soal hitungan, mencocokan gambar, kepribadian dan pengetahuan umum. Seluruh tes makan waktu kurang lebih 3 jam. Setelah itu kita dipersilakan untuk pulang. Pengumuman yang lolos psikotes bisa diliat di web Net pukul 12 malam. Dan yang bagi lolos ini berhak ikut interview di tempat yang sama esok harinya.

Sounds familiar? Yeps, polanya kayak recruitment Trans Corp. Mungkin karena di sana ada Wishnutama kali ya.

Saya berusaha semampu yang saya bisa. Saya juga berusaha mengikuti prosedur yang berlaku. Sewaktu tes berlangsung saya menjaga diri agar tenang, nggak ganggu yang lain, juga ga tengok kanan-kiri. Tapi saya pun sadar saya ga cukup maksimal mengerjakan tugasnya. Terutama soal mencocokan gambar. Saya sendiri memang agak lemah pemahaman ruangnya. Plus saya juga banyak alpa di soal mata acara Net. Ya habis gimana, kondisi kerja dan bahkan sebelumnya ngejar sidang, bikin saya ga punya banyak kesempatan buat nonton TV.

Dan terjadilah yang ga diharapkan; nomor registrasi saya ga ada di pengumuman yang lolos psikotes. Haduhh, lumayan down. Soalnya saya kepikiran umur yang udah banyak ini :p

Tapi mau gimana lagi, life must go on. Sampai hari ini ga putus usaha dan doa, semoga didekatkan dengan pekerjaan impian saya selama ini: broadcast, di mana saya bisa mencurahkan ide-ide di kepala saya. Aminn.


Hello readers, you might also love this post!


Postingan populer dari blog ini

Film Filosofi Kopi... Sebuah Review dan Opini