Matrilineal

Sesungguhnya aku benar-benar tidak tahu mengapa
Atau bagaimana awalnya
Mengapa sebuah keluarga besar yang diikat benang matrilineal ini
Bisa menjadi begitu jauh
Aku lupa

Banyak hal yang kulupakan
Bukan hanya tentang apa-apa yang terjadi dalam keluarga besar ini
Aku bahkan tidak begitu ingat wajah-wajah mereka;
Orang-orang berstatus cucu dan cicit, dihitung dari atok' kami tercinta
Karena bertemu pada saat Lebaran pun sebuah keniscayaan
Aku tak mengerti apa tepatnya yang membuat keluarga besar ini
Dipenuhi begitu banyak benci dan prasangka
Aku banyak mendengar cerita-cerita munafik beberapa orang di antaranya
Tapi sebagian diriku menolak percaya
Aku sulit percaya mereka sedemikian arogan
Dalam persepsiku mereka tidak seburuk itu
Entahlah
Mungkin aku saja yang jarang berinteraksi dengan mereka
Suatu penyakit yang tak kalah akut dari pikun: cuek
Tapi kuberitahu padamu
Satu perasaan yang aku merasa dan tahu dengan pasti
Sedikit pun tak ada pengaruh dari gosip orang lain
Perasaan yang kuderita sejak aku masih kecil
Saat-saat aku masih cukup rajin ada di tengah mereka
Rasa itu bernama minder
Tak sejajar
Lebih rendah dari yang lain
Satu perasaan yang kutakuti tumbuh pula di diri para keponakan
Yang satu merasa lebih rendah dari yang lain
Yang satu merasa lebih berkelas dari yang lain
Cukup aku saja yang berpengalaman
Tapi terselip pula perasaan rindu
Kepada mereka, wahai saudara matrilinealku
aku rindu menyebut kalian saudara di depan teman-teman
Banyak hari terlewat tanpa orang lain tahu, aku punya banyak saudara yang sama-sama menyandang posisi cucu
Atau mereka yang berstatus cicit
Namun pengalaman masa kecil sering kali menetap begitu lama
Dan itulah yang terjadi padaku hari ini
Aku masih di sini
Ciut hati di tengah keluarga matrilinealku

Postingan populer dari blog ini

Film Filosofi Kopi... Sebuah Review dan Opini