Pencerahan Buat si Introvert

Kamu ga banyak bicara? Jarang menyapa orang duluan? Banyak ngabisin waktu di rumah? Suka gila sendiri, dan bertanya-tanya kamu kenapa? Cuma punya sedikit teman? Curiga kamu berkepribadian ganda
gara-gara diem total dalam suatu kelompok tapi bisa bicara sampe berbusa-busa kepada satu orang? Keseringan diem dan mati gaya di dalam sebuah kelompok, lalu ujung-ujungnya depresi karena menemukan diri sulit 'mengangkat' diri kembali dalam pergaulan tersebut? Sering menyalahkan diri sendiri? Lebih suka menulis ketimbang bicara? Sebal ketika kamu sedang hening, tiba-tiba ada yang bertanya 'kamu kenapa' atau 'sehat, bro'?


Sebelum kamu mencap diri kamu ansos alias anti sosial dan sebelum kamu berpikir introvert berarti pendiam, baca artikel-artikel bagus tentang introvert di bawah ini:

  1. http://albadrln.wordpress.com/2012/07/21/introvert/ 
  2. http://albadrln.wordpress.com/2012/07/22/orientasi-ekstrovert-dan-introvert-secara-netral/
  3. http://gizul.wordpress.com/2014/04/07/23-ciri-ciri-introvert/
  4. http://gizul.wordpress.com/2014/07/18/7-hal-positif-yang-hanya-diketahui-oleh-orang-introvert/
  5. http://echo054.blogspot.com/2012/05/introvert-2.html 
Semoga setelah membaca artikel-artikel di atas kamu merasa lebih lega seperti saya dulu ketika berkunjung ke blog mereka. Intinya introvert bukan suatu penyakit, karenanya ga bisa disembuhkan. Introvert juga bukan pilihan, tapi ia adalah orientasi. Semuanya diatur dalam otak, dan ini adalah masalah biologis kita.
 
Ada sebuah perumpaan yang saya dapat dari sebuah buku, seekor bebek yang menetas di hutan tanpa ada bebek lainnya di sekitarnya akan tetap bersuara 'kwek-kwek' dan meskipun tidak pernah melihat contoh dari bebek lainnya, ia akan tetap berenang ketika menemukan kolam. Kamu bisa melihat 'modul suara kwek-kwek' dan 'modul berenang' dalam susunan otaknya. Dan hal tersebut memang sudah tercipta demikian dan tidak akan berubah dengan atau tanpa pengaruh dari luar. Sekali lagi, ini adalah masalah biologis.

Postingan populer dari blog ini

Film Filosofi Kopi... Sebuah Review dan Opini