Ketika Tahun Berganti



Saya senang menulis diary. Dari dulu. Atau tepatnya dulu. Karena beberapa tahun ke belakang kegiatan ini mulai berganti platform; fisik  buku berganti menjadi layar media sosial. Tapi tentu aja curhatan di media sosial nggak seterbuka tulisan di diary alias buku harian. Bahkan di diary pun ada beberapa hal terdalam yang nggak berani saya tulis sejelas-jelasnya. Selalu ada perasaan khawatir buku harian saya akan terbuka di depan mata orang lain. Mungkin keluarga, mungkin orang asing. Kemungkinannya kecil-keluarga jarang yang hobi baca, pun buku hariannya saya simpan baik-baik-tapi tetap saja perasaan cemas itu ada.

Dan menulis daftar kejadian dalam satu tahun saat pergantian tahun adalah kegiatan yang rutin saya lakukan. Kaleidoskop mungkin istilah yang tepat.

Saya menulis setiap kejadian secara singkat. Jumlahnya saya usahakan tak kurang dari 100. Apakah 100 kejadian terlalu sedikit untuk 365 hari dalam setahun hidup saya? Well, tentu saja momen-momen hidup saya dalam setahun berjumlah lebih dari 100. Tapi daftar itu memang sangat mengandalkan daya ingat saya yang... yah mohon dimaklumi. Hehehe.

Tahun berganti dan kegiatan mendaftar peristiwa penting dalam hidup saya selama setahun itu pun sudah tak saya lakukan lagi. Saya sudah stop menulis diary. Saya pun jarang update status di media sosial. Saya memang tidak mau, tidak suka dan tidak merasa perlu membeberkan perasaan terdalam (a.k.a bergalau-galau ria) saya ke khalayak ramai. Saya lebih suka menulis di blog ini, yang tentunya dengan keterbukaan rasa yang masih dapat ditoleransi.

Dan tema blog ini adalah sebuah jurnal. Terinspirasi buku harian saya beberapa tahun lalu yang saya sebut "jurnal" alih-alih "sebuah diary". Karena buku jurnal saya dulu memang dimaksudkan sebagai penelitian kecil-kecilan tentang pengaruh makanan, olah raga dan segala hal yang dilakukan/diserap tubuh saya, pada suasana hati saya hari itu. Juga saya mau tau apakah saya cenderung muram kala PMS melanda seperti gadis-gadis lain. Plus tentu saja kisah-kisah galau yang tetap terjadi. Hahaha.

Dan blog ini juga sebuah jurnal. Semua yang saya tulis adalah semua yang saya rasa, saya lihat dan saya cipta. Di tahun-tahun mendatang saya harap lebih rajin menulis di blog ini. Jadi tak mengapa jika saya sudah tidak lagi mendaftar rentetan kejadian dalam kurun setahun. Karena semuanya sudah tersimpan rapih dalam blog ini.

Selamat tahun baru, kawan! Selamat menempuh hidup baru. Semoga kita semakin bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, sahabat dan semesta.

Postingan populer dari blog ini

Film Filosofi Kopi... Sebuah Review dan Opini