Rabu, 25 Juli 2018

Hal - hal yang Membebani Introvert di Tempat Kerja



Setiap orang itu unik. Kata Oscar Wilde, be yourself; everyone is already taken. Karena keunikan masing-masing itulah, buat apa ikutan tes kepribadian semacam MBTI segala? Apalagi yang cuma online. Seberapa jauh akurasinya sementara masing-masing kita adalah pribadi yang berbeda satu dari yang lainnya?


Buat orang introvert, paling nggak gue sendiri, mengenal jenis-jenis kepribadian manusia yang digolongkan ke dalam 16 tipe ini adalah sebuah kelegaan. Bahkan menemukan istilah introvert-ekstrovert sudah merupakan kelegaan yang amat sangat. Sebelum tau hal-hal begini kemungkinan besar orang-orang introvert punya pikiran bahwa kampung halaman mereka yang sesungguhnya ada di Mars. Atau bisa jadi mereka punya gangguan kejiwaan tertentu. Kalau bukan keduanya, gimana mungkin kita begitu berbeda dari orang kebanyakan?

Karena itu, meski terlalu general, tes kepribadian semacam MBTI layak diperhitungkan. Apalagi buat yang lagi mau milih-milih jurusan kuliah. Kalau gue udah tau dari dulu mungkin jalan karir gue akan 180 derajat berbeda dengan sekarang. Gue mungkin akan mengambil pilihan jurusan kuliah yang lebih cocok dengan kepribadian gue. Tapi karena sudah terlanjur, nggak ada cara lain kecuali menghadapinya saja.



Dulu, secara ajaib, gue pernah merasa teriritasi sehabis mengikuti lumayan banyak sesi interview kerja. Ngomongin diri sendiri di depan orang lain dengan gestur cerah ceria penuh harapan supaya bisa dipekerjakan menjadi sesuatu yang menguras emosi gue. Gimana caranya gue menjelaskan ke orang-orang? Gue rasa kalau gue jelasin apa yang gue rasa, orang-orang nggak akan mengerti. Nggak ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan suasana hati gue saat itu selain “irritated”. Sampe-sampe gue merasa perlu rehat dari upaya segera cabut dari perusahaan lama. LOL.

Tau kan kalau orang introvert itu paling pening kalau disuruh berbasa-basi? Bukan kita sombong, nggak sopan atau ogah mendengarkan orang lain. Tapi terlibat obrolan pepesan kosong penuh DERAMA amat melelahkan jiwa orang introvert. Sungguh deh. Apalagi kalau baru kenal, manusia cenderung bicara tentang pencapaian-pencapaiannya kepada orang yang baru ditemuinya. Makin maboklah orang introvert disuruh beginian.
 
Yahhh, walau supaya adil, orang-orang introvert juga perlu menanamkan ke dirinya bahwa begitulah fase mengenal seseorang. Seringnya memang dimulai dari pembicaraan ngarol-ngidul, baru berlanjut ke hal-hal yang lebih urgent


Lalu ada 1 hal yang sangat membebani orang introvert saat berada di tempat kerja, yaitu didorong-dorong supaya berakrab-akrab ria sama orang lain. ASTAGAAAHHH!!! Momen kayak begitu dijamin bikin para introvert merasa dirinya kekanakkan dan gagal sebagai manusia karena mesti disuruh-suruh “hanya” untuk bergaul. Kalau atasan menuntut kompetensi orang introvert dalam bekerja, mereka akan melakukannya dengan sangat pro. Tapi kalau dituntut supaya lebih banyak bergaul, nah, ini persoalan lain lagi. Kalau kata Ariel Peterpan mah, “membebaniku…”


* All pictures from @wheresmybubble 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar