Kamis, 26 Juli 2018

Review Drama Korea My Husband, Mr. Oh




Annyeong! Masih seputar gelombang hallyu, kali ini saya mau mengupas sedikit soal drama Korea yang sudah saya tonton sampai tamat. Jadi, karena satu pekerjaan lepas yang berhubungan dengan dunia persinemaan Korea, saya mulai nonton drakor lagi. Seperti yang pernah saya tulis di postingan ini, sebetulnya saya pernah menjadi penonton setia drakor. Penyebabnya siapa lagi kalau bukan TV ikan terbang yang bisa dibilang sebagai pihak pertama yang meracuni masyarakat Indonesia dengan drakor. Hihihi.


Dari sekian banyak drama Korea yang saya tonton episode-episode awalnya untuk keperluan freelance, rupanya nyangkut 1-2 judul yang bikin saya kepingin lanjut sampai tamat. Judul pertama yang menggugah minat saya adalah drama berjudul My Husband, Mr. Oh!



Profil drama My Husband, Mr. Oh!

Judul lain             : My Contracted Husband, Mr. Oh; My Husband, Oh Jak Doo
Genre                   : Romens, melodrama, komedi
Jumlah Episode  : 24
Stasiun TV         : MBC
Tanggal tayang  : 3 Maret - 19 Mei 2018
Jadwal tayang    : Sabtu (2 eps a day)
Pemain                : Kim Kang Woo sebagai Oh Jak Doo (Oh Hyuk)
                              Uee sebagai Han Seung Joo
                              Han Sunhwa sebagai Jang Eun Jo
                              Jung Sang Hoon sebagai Eric Cho



Sinopsis singkat:

Han Seung Joo yang berusia 35 tahun hanya memikirkan karir dan sama sekali tidak berniat menikah. Namun karena suatu peristiwa pembunuhan di rumahnya, Seung Joo mengalami gangguan panik yang membuatnya tidak boleh tinggal sendirian. Akhirnya ia melamar Oh Jak Doo si mountain ahjussi sebagai suami kontraknya supaya ada yang menjaga dirinya. Kesepakatan mereka dibuat sama-sama menguntungkan; Seung Joo ada yang menjaga, sementara Jak Doo diperbolehkan tetap tinggal di gunung kepunyaan Seung Joo yang merupakan warisan bibinya. Masalah tidak menjadi sederhana karena rupanya Jak Doo memiliki rahasia soal masa lalunya yang berhubungan dengan alat musik tradisional gayageum. Selain itu muncul Eric Cho si orang kaya baru yang kebelet pingin dihormati lingkungannya. Eric Cho belakangan jatuh cinta kepada Seung Joo. Sementara itu wanita dari masa lalu Jak Doo juga muncul. Ia adalah Jang Eun Joo yang berprofesi sebagai seniman gayageum. Kisah segi empat mereka masih diperkeruh dengan keluarga benalu Seung Joo, pembunuh yang mengincar dan seniornya yang jahat.

Untuk sinopsis awal yang lebih lengkap, bisa dibaca di sini.



Kesan Awal


Sebelum nonton, saya sudah terlanjur underestimate tentang pemeran utama wanitanya, Uee, yang konon sering dikritik soal kualitas aktingnya. Dan bener aja, saya terganggu tiap kali dia bersuara keras. Sebetulnya salah satu yang masih mengganggu saya tiap kali nonton drakor adalah fakta bahwa orang-orang Korea (minimal di dramanya) suka berteriak. Antara bersemangat dan agresif.

Tapi ternyata saya tergiur untuk lanjut nonton, karena rupanya ini bukan sekadar kisah kawin kontrak kebanyakan. Ada sisi psikologis dan humor. Dan yang bikin saya kepincut juga antara lain karena kisahnya antar orang dewasa. Udah nggak bisa deh saya nontonin drama sekolahan dan cinta ala-ala remaja. Lah, drakor yang pemainnya diceritakan sudah berusia dewasa aja suka dibikinin cerita ala remaja, apalagi kalau memang jelas-jelas diperuntukkan buat ABG. Angkat tangan!



Khas Drakor

Sebetulnya, drama My Husband, Mr. Oh! punya banyak elemen khas drakor:

Perempuan yang dicintai dua pria sekaligus… check!
Kawin kontrak demi alasan tertentu… check!
Lead male or second lead male yang jatuh cinta sama lead female melalui satu kejadian sepele… check!
Second lead female berkepribadian divaishcheck!
Cowok rapi vs cewek berantakan… check!

Tentunya, betapapun sebuah drama tampak generik, bukan berarti nggak bisa dinikmati sama sekali. Tema boleh umum, tapi cara penceritaanlah yang menentukan. Dan drama ini menarik untuk disimak. Kisah cintanya manis. Humor yang dibangun dari karakter dusun Jak Doo dan lebaynya Eric Cho juga kocak. Empat pemeran utamanya pun nggak ada yang dibikin antagonis banget. Tokoh antagonisnya justru digeser ke pemeran pendukung lain.

Sewaktu nonton, saya juga sekalian eksplor forum dan akun-akun drakor yang membahas drama ini. Dan saya betul-betul nggak ngerti kenapa kebanyakan penonton “memaksa” pasangan Seung Joo – Jak Doo untuk lebih mesra (baca: hot). Padahal, alih-alih tampak tergila-gila seperti kebanyakan karakter utama pria di drakor, si Jak Doo ini justru kelihatan sayang sama Seung Joo. Romens mereka manis dan hangatdan itu menyenangkan untuk ditonton. 





Saya juga suka pertentangan antara kesinisan khas orang kota dari Seung Joo dan kenaifan pemuda desa dari Jak Doo. Salah satu kekuatan drama ini memang pertentangan karakter utamanya ini.   

Sayangnya, konsistensi cerita nggak berlangsung mulus. Ada satu komentator di Instagram yang bilang dia sudah happy ending di episode 18, dan boleh jadi memang begitu. OTP (One True Pairing) kita sudah bersatu dengan bahagia di episode 18. Episode selebihnya adalah bentuk penyeretan. Banyak adegan nggak perlu dan terkesan banget dipanjang-panjangin. Padahal “cuma” 24 episode! Apa penulis naskahnya kudu di-training penulis naskah sinetron Tukang Bubur Naik Haji?

Bahkan di episode-episode terakhirnya saya pun mulai setuju kalau romens antara Seung Joo dan Jak Doo kelewat nanggung. Ya ampun, mereka 35 dan 37! Meski nggak legal, tapi mereka ceritanya sudah jadi suami-istri toh? Haduhh!



Recommended?

Yes, of course! Mungkin bukan sebuah cerita terbaik, tapi tetap layak ditonton. OST-nya pun manis dan enak didengar.  



Selamat menonton!

*All pictures from https://www.viu.com/ott/id/articles/


                           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar